22.4.12

Stand by me

Made a meal and threw it up on Sunday, I've gotta lot of things to learn
Said I would and I'll be leaving one day before my heart starts to burn


So, what's the matter with you?
Sing me something new
Dont you know the cold and wind and rain dont know, they only seems to come and go away..


Time's are hard when things have got no meaning
And I found the key upon the floor
Maybe you and I will not believe in the things we find 
Behind the door 



Stand by me, nobody knows the way it's gonna be
Stand by me, nobody knows the way it's gonna be
Stand by me, nobody knows the way it's gonna be


If you leaving will you take me with you
I'm tired of talking on my phone
There is one thing I can never give you
My heart will never be your home



So, what's the matter with you?
Sing me something new
Dont you know the cold and wind and rain dont know, they only seems to come and go away..

Stand by me, nobody knows the way it's gonna be
Stand by me, nobody knows the way it's gonna be
Stand by me, nobody knows the way it's gonna be
Stand by me, nobody knows.. Yea nobody knows.. the way it's gonna be
The way it's gonna be
Maybe I can see
Dont you know the cold and wind and rain dont know, they only seem to come and go away

Stand by me, nobody know the way it's gonna be
Stand by me, nobody know the way it's gonna be
Stand by me, nobody know the way it's gonna be
Stand by me, nobody knows.. Yea, God only knows the way it's gonna be.



I merely dedicate this song to you, dear @fabiandaiva @firstyy @Michel2k8 @AviciennaAkbar. Goodluck with your new life. And yes, things never change deep here in my heart. Words cant describe how much i ♥ you all the way! Xoxo, @gheagayatri :)

barbichelfirst

♥




Thoughts gone rude -_-

Well, i dont really know am i able to say this kind of things or no, but i think i just realize 1 thing that makes my friendshippity unfit. So, here's the thing, back to my main post few times ago where Mr. X just gone and faraway and act weirdly, and for few years i just go with the condition and keep on thinking that he's busy or what so that he cant always be with us like others did. But then, after a hard times going through me, and all the thought that i kept putting away this whole time, i realize. It's the same thing that just happened to me that already happened first to him that affect our ship (dont really know what ship it is). And yeah.. Even it's hard, i know you'll get it someday. When life gets hard, just remember that there are much things to be worried more than this. Well, i know it's hard but this is life (i guess), and thats why i hate surprises. I just wanna say, i'm wishing you the best for your life, and you know you can find me anytime you need. Goodluck, hope you find another nice atmosphere out there, with or without me in your life. True friends never let you down, and i dont know where this could be categorized at. With ♥, x.

15.4.12

EH!!!

Mau revisi tapi udah malem. Singkat cerita, X dan cewenya gak bersalah, yang salah cuma keadaan dan temennya si X. Terima kasih. wkwkwk :*

Radar gelisah?




Mungkin gue lagi semangat nulis atau gimana, tapi gue akan ngepost cerita lagi hari ini. Ohya, menanggapi kegelisahan gue dipost sebelumnya, gue tiba-tiba di bbm sama kak Kape. Kape ini adalah alumni kampus gue yang baru aja lulus, dan sekarang kerja di UT. Dia orang yang baik, dan obrolan kami cuma kami berdua yang ngerti. Gue selalu menanggapi dia dengan normal (menurut lo aja), dan dia juga sebaliknya. Kami sesama normal, hanya omongan dan bahasanya sedikit private. Satu lagi, A juga suka sama kape karena dia mirip entah siapalah gue gatau. Dan gue juga tidak peduli. Dan dia tau gue dekat dengan Kape, entah dia mau mikir apa. Dia tau kami deket tapi gaktau kedekatan seperti apa yang kami jalani. Ya, emang cuma 2 orang normal yang ngerti.


Jadi, dia datang. Dan gue, entah kenapa, selalu galau dan emo kalo tiba-tiba dia datang, walaupun pada akhirnnya gue bakalan 'ngobrol' seperti 'biasa' sama doi. Dan akhirnya kemarin gue bilang->


G : "Kak, lo kayanya punya radar gelisah ya buat gua?"
K : "Hei... Apa itu?"
G : "Entah kenapa kalo gue lagi dalam keadaan gelisah lo selalu datang dan muncul."
K : "Err.. No shit, Gee. Kalo gue gelisah juga yang gua cari itu elu. Mungkin lebih cocok disebut The Bringer Of Gelisah *soundsweirdandcoolatthesametimeeh?"


M.. Mungkin ya? Ya, entah kenapa hal itu selalu terjadi. Jadi tiap gue lagi galau-galau (apapun masalahnya, mau gue lagi emo gara2 pelajaran, bigfish, ngambil duit duitnya gak keluar, sampe segala macem soal post sebelum ini) dia pasti tiba-tiba muncul. Sama kayak minggu kemaren, gue rada-rada gloomy gitu dan dia nyapain gue. Walopun ngobrolnya cuma secupil trus engga secupil trus engga, gue tetep merasa ada yang nemeninlah, dikit.


Minggu kemaren, merupakan minggu ter weird-o buat gue. Kenapa? Jadi, gue deket sama temennya temen gue, udah jalan bareng, ngobrol setiap hari, singkat cerita gue mulai sedikit membuka hati untuk orang ini *cih*. Namun, entah kenapa, dia tiba-tiba gak menghubungi gue. Udah genap seminggu, pas banget hari Minggu ini. Gue pun gaktau alesannya, cuma gue gak mau nanya juga ke orangnya, ngapain juga? Cewe tidak seharusnya bergerak nyamperin cowo, kan?


Pas gue mau bbm temen gue (yang temennya dia itu), gue type namanya dan.. Jengjeng, gak ada aja lho bbmnya. Oh jadi bbm gue di delete? -_- salah apa sih gue sama lo semua. Lagi dan lagi, gue cuma bisa diem aja ngeliatnya. Capek sama orang yang ngakunya sahabat taunya begini kelakuannya.


Setiap hari, gue ngecek bb kan, terus gue emang mantengin update orang ini setiap hari jadi walaupun gue gak pake recent updates, gue ketik namanya dan gue liat dia ganti2 apa. Pas hari Jumat, gue liat dia ganti status jadi '12'. Gue mikir. 12 kan kemaren? Apakah dia jadian? Wow!!! :') kaget sih, lumayan, tapi.. Entah kenapa gue sudah menebak hal ini akan terjadi (ya, feeling buruk gue selalu benar as always). Dan ya.. Gaktau deh gue cuma bisa diem liatnya, dan lagian who cares juga itu kan hidup dia urusan dia hahaha.


Selidik demi selidik, tiba-tiba hari Sabtu malem dia ganti DP sama cewe. O. Gini kelakuannya ternyata. Hahahahahahahahah bener-bener cuma bisa diem. Trus yaudah deh, sabar gue sabar. Gue sih mikirnya dia 'menghilang' gara-gara dia anterin gue pulang waktu itu, dan dia melihat rumah gue. Gue emang tidak setinggi dia, gue sederhana banget. Dan itulah yang menurut gue bikin dia tiba-tiba *tingg* ilang deh. Yaudah kalo emang itu alesannya, keluarga gue kan hidup atas algoritma keluarga gue. Kalo rumah gue sederhana tapi gue nimbun tambang emas didalem emang lo tau? Hahaha (Dad you're genius to give us a secret life like this, :D).


Terus, hari ini adalah puncak kepo gue, gue bbm cewenya temen gue. Gue tanya apakah orang tsb udah jadian? Dan katanya enggakok masih single *udah sih gak usah ditutupin juga, gue pun baik-baik saja kalo itu emang cewenya* hahaha dan ya.. Biasa, bbm gue didiemin doang. Sekali lagi, gue gangerti sama sepasang kekasih yang ngacangin gue demi orang yang dikenalnya baru berapa bulan sih kuliah? 9? 10? Nuffsaid, gue capek sama orang-orang yang hidupnya pura-pura gini. Sudah sudahlah jangan kau banyak berharap~ banyak-banyak menuntut ilmu~ #ehkojadiclubeighties.


Dan, waktu gue jalan itu gue kan ketemu sama si 2 orang kekasih ini (singkat kata, gue ditinggal jalan berdua sama temennya temen gue itu, untung gak mati gaya) dan pada akhir perjalanan gue bertemu mereka, lagi makan gitu. Gini obrolan yang  mau gue tunjukin:


X : "Eh ghe, si menye putus ya sama nyenye?"
G : "Iyaa udah lama tau, lo kemana ajaa? Sahabat macam apa lo gaktau? Haha"
X : "Dia bukan sahabat gue lagi, ghe. Hahaha"


Deeeeeep down inside gue merasa.. "Dafuqqq lo yang kemana aja juga masih gue anggep sahabat kok jangan gitu dong dia kan temen gue :(". Jadi waktu kelas 2 SMA itu gue selalu ber5 kemana-mana, geng sih enggak cuma emang kita bareng2 mulu aja, kadang ber6 sama orang-yang-kemudian-jadi-mantan-gue. Ber5 itu ada gue, 1 cewe, dan 3 cowo. Anggaplah ber5 itu gue, menye, nyenye, si x, dan si z, kadang sama orang ke 6 yaitu Culprit. Nyenye, x, dan z itu cowo, of course Culprit jugalah. Gue dan Menye itu cewe. Terus, Menye kan jadian sama Nyenye dan gue sama Culprit, terus X dan Z jomblo nihhh! Tapi kita selalu bareng-bareng, dan gue emang paling deket sama X diantara sama semua, tapi sih deket semua juga ya gimana yah -.- gitu deh (eh taunya paling cupstau hahaha). Nah, pas kita pasang2an gini, Menye dan Nyenye tuh kayak kembar dempet gabisa misah gitu, bener2 gitu dan gue bersama ke 3 lainnya sebagai orang terdekat pun merasa kehilangan banget, gue mulai gasuka tuh sama kedua orang ini. Lama-lama... Gimana yah, gue gakmau kehilangan sahabat juga, gue biasa lagi. Taunya si X masih bete sama Nyenye, eh sampe sekarang. Hahaha, tau deh pokonya deep down pas dia bilang gitu gue langsung *Degjess* gitu lah. Huhu, jangan dong mereka kan temen gue.


Btw gue lagi sering tiba-tiba kerandoman lagu nih. Kemarenan dikelas gue nyanyi lagu dangdut yang.. Gatau judulnya apa, yang gini lho, "Sudah tau luuuukaaa didalam dadaaaakuuuu, sengaja kau siiiraaaam dengan air gaaaraaam! Percuma saja berlayar, kalau kau takut gelombang. Percuma saja bercinta, kalau kau takut sengsara" dan hey! Galih keracunan lho nyanyi2 itu juga! Ahahahaha, apasih judulnya? Penasaran to the moon! And once again, my radar is turned on and now I'm on a conversation with my big Bro. What a Radar.

11.4.12

Dear blog..

Ok. So, I was working on my new post on my lab's desktop and forgot to copy it to here then it's poofing and gone. Is this a pissing off week or what? I'll try to bring my mood back here then I'll write a new one. But maybe it wont be as good as my last-made, so I kinda feeling sorry for myself. *Note-to-self : Dont be a grandma before the proper time*


Jadi, gue akhirnya menjalani kuliah gue disebuah Politeknik swasta dibilangan Jakarta, dan mengambil konsentrasi (atau jurusan atau program studi, whichever sounds same for me) Manajemen Informatika atas pilihan orang tua dan atas kesotoyan gue. Dan gue merasa welcome and welcomed (dafuq apaan tuh) pada awalnya. Ya. Harusnya aku dari awal tak pernah percaya kata-katamu. Atau kalian. Once again, whichever sounds same for me. Hingga suatu ketika, petaka terjadi.


Entah ini petaka atau apa, kampus gue yang dipenuhi oleh jurusan teknik teknik dan juga spesies manusia bergender laki-laki ini, menjadi semacam taman bermain buat gue. Gue kenal dan kenal dengan banyak orang dari semua jurusan yang of course mayoritas laki-laki (cuma jurusan gue yang cewenya paling banyak dan itu, sekali lagi, entah petaka atau apa) dan mereka menyenangkan serta welcome sama gue. Dan gue, pada dasarnya memang lebih banyak menjalin pertemanan yang masih awet sampe sekarang, dengan gender yang bersangkutan (kayak sama kevin hapy zihar emir dll) tapi ga menutup kemungkinan gue berteman dengan perempewi yang asik2 (kayak tania firsty danty riri winny jiwi ranti dll dll) dan menerima apa adanya serta tidak memasukkan masalah terlalu deep down kedalam hati.


Dan bertemanlah gue dengan semua orang. Kemudian terjadilah suatu insiden dimana gue suka dengan salah satu teman gue diluar angkatan gue. Deg. Deg. Deg. Dan emang deket juga, pada saat itu semacam tiap hari ketemu, makan bareng, and those kind of activities, dan gue pun bercerita kepada orang-orang (gatau juga orang apa bukan, mari anggap saja dulu orang) yang dekat sama gue dikelas pada awal hidup gue ditempat ini. M... Mungkin mereka bosen denger gue cerita tentang orang ini, dan berteman dengan orang ini, mainnya sama ini, deketnya sama ini, dan begitulah akhirnya selama beberapa bulan kemudian lupa juga tepatnya habis apa, mereka tidak menegor gue. Not. Even. A. Single. Piece. Of. Shit.


Pada awalnya gue gak ngerasa itu sebagai suatu yang yaaah gimana ye, hebat gitu. Tapi, dikacangin berbulan bulan dan ketemu muka setiap hari emangnya ga berasa apapun? Inilah awal kisah tragis gue ditempat perkuliahan tersebut. Gue pun gak merasa melakukan kesalahan, karena mereka bilang untuk jadi diri sendiri, kita semua keluarga, dan bla bla bla those bullshits, yang akhirnya menjadikan gue mengeluarkan sifat asli gue yaitu berisik, bacot, serampangan, petakilan, dan lain-lain. Tapi ternyata, mereka makan ludah sendiri dengan gak menerima sifat asli gue.


Gue pada saat itu yang masih gaktau apa salah gue, cuma bisa diem dan menghadapi kenyataan kalo kata-kata "Lo gak hidup sendiri di dunia ini" merupakan kata-kata manis semata. And yeah, so that thing's still goes on 'til i took my last breath here, gue saking gaada temennya, akhirnya kemana2 sendirian. Pipis, solat, makan siang, kemana-mana LITERALLY kemana-mana. Sampe dibilang anak ilang sama kakak tingkat, anak prodi lain, dll dll. Malukah? Lumayan, masalahnya gue gatau apa salah gue.


Dan pada suatu ketika, terjadilah hari evaluasi dimana orang-orang (yang masih tanda tanya besar buat gue apakah mereka ini orang atau kardus bernafas) ini mengajak kita semua untuk jujur satu sama lain ada masalah apa dikelas ini. Oh yeah, gue dicecar habis-habisan di ruangan tersebut. Makasih evaluasi, gue tidak merasa ini evaluasi kelas tapi judgement day buat gue sendiri. Mereka bilang gue kasar, berisik, gak kasian apa sama anak daerah tiap hari lo bentak-bentak, galak, dan mereka takut buat ngomong itu semua ke gue, terus yang terparah sih........gue katanya terlalu lebay kalo ngomongin orang. Terutama cowo. Hm...... Sejak kapan kehidupan pribadi gue masuk ke masalah kelas? Kalo gue menganggap kalian sebagai teman gak bisakah kalian menganggap gue sebagai teman juga? Dan gue langsung sakit hati disitu, emang gabisa ada pemberitahuan dulu ke gue, haruskah memperlakukan gue sebagai angin selama berbulan-bulan cuma demi gue sadar? (Ohya gue ini otak batu, tipe orang yang harus diperjelas, dan bukan cenayang jadi gak bisa nebak-nebak) Dan gue pun menyadari satu hal disitu, There's not even a single piece of hit given to me and so i will do the same. They told me to change, but they didnt change their behaviour either.


Gue pun menjalani hidup biasa2 aja selama bulan2 selanjutnya, yaudeh gada gunanya buang-buang tenaga emosi dan ngumpulin dosa demi lo semua, jadi gue memberi label 'yasudahlah' untuk hidup gue dibelahan dunia sebelah sini. Selama setelah evaluasi, gue masih tidak diterima di komunitas yang bersangkutan, tapi gue tidak memaksakan diri untuk melakukannya. Jadi, i keep standing on my own feet after these dumping things. Walaupun gue sakit hati dan diri gue yang terlalu mencintai mereka semua sampe gue membela2 mereka depan nyokap gue padahal udah jelas gue yang dizolimi disini, gue sampe berfikiran mau resign karena gak kuat dengan friends-arent-look-alike disini dan bokap gue udah setuju, nyokap setujunya setengah hati, dan kakak gue tidak setuju sama sekali. Jadi.. gaktau suara siapa yang menang, dan gue akhirnya memutuskan untuk melihat situasi kelanjutan baru deh ambil keputusan. Yang kemudian membiasakan diri gue untuk lebih ngapa2in sendiri. Dulu gue bener2 selalu ditemani kemanapun itu :' and thing has changed.


Setelah tidak diterima dan gue fine-fine aja, gue menjalani hidup seperti sedia kala. Dengan lebih ceria tentu saja, gada gunanya hidup gue disusah2in demi kalian. Things suddenly goes normal. Hingga beberapa hari lalu...


Kamis sebelum long weekend Jumat Agung, gue iseng buka2 hp Aida. Gue liatlah bbmnya sama Nayah. Dan ada nama gue di conversation tersebut. Intinya sih mereka ngomongin gue yang katanya tidak berperikemanusiaan karena dengan senang hati dan suka-ria bertanya "Aida, apakah kamu sangat menyayangi Hasan? Gebetanmu itu? Karena dia beberapa hari ini terus nge-chat gue dengan kata-kata yang yah... Lo bisa nilai ndiri deh pokonya..". Jadi, Hasan ini adalah mahasiswa prodi TAB, orang yang baik dan sopan serta agak pemalu, dan dia adalah gebetan Aida. Namun, menurut analisa gue, dia ini gak suka sama Aida, mungkin bahkan cuma mempermainkan Aida aja. Terus, dia mulai ngechat gue sejak gue ikut lomba fotografi di Polimedia, doi ada disitu karena ikut lomba futsal. Gue sih biasa aje, yelah temen doang kan. Cuma chatnya begitu. Dan gue bisa menilai, bagaimana berbedanya chat dia ke gue dengan chat Aida ke dia yang notabene jarang dibales malahan sms juga dicuekin atau apalah begitu pokonya. Apa mungkin Hasan terlalu cool? Apa emang gimana? Bukan urusan gue pastinya, tugas gue disini cuma menginformasikan ke Aida kalau pujaan hatinya berlaku aneh pada kaum hawa lain. Gue berharap, dengan begini, Aida tidak lagi berharap banyak ke Hasan. Dan gue salah besar. Dalam penyampaian gue yang bentuknya pertanyaan diatas, gue sambil senyum2 ceria, tanpa dosa dan beban (ya emang ini bukan beban buat gue kok -_-) dinilai sebagai suatu kesalahan besar. Karena, Aida menangkap kalau gue juga suka sama Hasan dan atau malah gue yang mempermainkan Hasan. Tau 'What-The-Hell' gak? Itulah perasaan gue pada saat gue baca chat Aida-Nayah pada Kamis lalu. Dan Nayah juga malah ngomporin "Udah sih da gausah dipikirin ghea juga kan gajelas suka sama siapa deketnya aja sama banyak cowo, kasian hasan kan kalo dia jadi nantinya sama hasan."


Pertama, gue gak suka Hasan and that's what makes me gabakal jadian sama temen sendiri. Kedua, gue jelas suka sama siapa dan seisi kelas bahkan seisi prodi tau itu (walaupun udah enggak). Ketiga, kenapa harus pura-pura baik sih, dear Aida? Sebelumnya gue pernah nanya ke Elvira, apakah Aida marah ke gue setelah gue ceritain hal sebenernya, dan Elvira bilang "Enggak kok ghe, biasa aja dia.", Elvira ini orang yang bisa dipercaya makanya gue percaya dia, dan dia juga gakmau Aida dipermainkan oleh Hasan makanya dia mendukung tindakan gue. Jadi, gue kira semua yang udah turn normally jadi berubah drastis kembali dalam hidup gue. Oh atau mungkin Nayah dendam kali soalnya dia suka sama Rega dan Rega menye2nya sama gue, tapi curhatnya sama Nayahnya. Mungkin sakit hati, tapi gue juga taunya baru lately kok, none of my business dong?


Haah.. Tambah rumit aja sih disini. Lo mau tuh ambil aja kali, gue juga bertemen doang sama semua. Gue memiliki prinsip, gue berteman dengan siapa saja. Kalo mereka berharap lebih, apakah itu urusan gue untuk meladeni satu persatu? Ten. Tu. Ti. Dak. Jadi, gue tidak mempermasalahkan hubungan pertemanan gue dengan semua orang. Kita semua berteman biasa, and that's enough.


Dan sampe hari ini gue tidak bertegur sapa sama salah satu atau mungkin salah dua dari mereka. Hem. Kata Ayu, kita gak boleh gak saling bertegur selama lebih dari 3 hari, tapi kan gue gaada urusan Yu sama mereka, apakah ini masuk ke hukum tersebut? Gue gak ngomong karena emang gaada urusan kok. Dan itu juga masih menjadi tanda tanya besar buat gue. Sekarang gue kembali jadi cuma bisa mempercayai segelintir orang doang, gak semua. Fu. hu. hu. Capek sih kayak gini, susah amat sih punya temen disini. Hidup-hidup gue kenapa jadi lu yang urusan bener kayanya. T_T Huks. Jadi cedih lagi.


Sebelum gue udahan, tadi gue lagi bengong-bengong gabut didepan laptop mencari inspirasi, dan tiba-tiba ada cacing terbang dari langit kekasur gue. Gue kaget sekagetnya dan gue hempaskan cacing ybs ke lantai berdebu dipojok kamar. Setelah mendokumentasikan cacing ybs, gue kembali gabut bengong-bengong. Sampai ditengah2 gue ngetik si calon posting ini dan gue menemukan cacing ybs udah menggeliat diatas meja. Oh. Mai.. Gue pun ngambil gunting dan membuang cacing ybs ke tong sampah depan kamar. Dan kata Kiki, itu bukan cacing melainkan kelabang atau kaki seribu. (Btw gue jadiin dp bbm. Hati gue sedang heroik sepertinya) Entahlah makhluk apa itu. Pokoknya menggeliat.




Btw gue cerita pada selayar laptop ini karena gue pikir.....  Orang-orang mungkin capek denger gue ngomong soal masalah2 yang tak kunjung padam ini, jadi gue tuangkan semua kesini. Blogku yang paling kucinta dan kusayang, yang telah menemani dikala susah maupun senang, sedih maupun galau, dari gacin ke gacin, dari gacin ke gak gacin, dari gak gacin sampe gacin bertubi-tubi, dari sakit ke sembuh, dari semua ke semua. Siapa yang sangka hidup seorang gue yang biasanya dipenuhi cerita aneh, bisa jadi begini ragamnya? Walaupun dunia bergonjang-ganjing, cuma gue yang paling setia. Aku padamu blogku. <3, @gheagayatri